Minggu, 03 September 2017

Sejarah Persib Viking Thejak

Sejarah Panjang Permusuhan Viking vs The Jak Mania

Viking dan The JakHanya                                                                                                                                                                                                      tinggal menghitung jam sebelum laga final yang mempertemukan Persib Bandung dan Sriwijaya FC dimulai hari ini, Minggu (18/10/2015), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Sudah pasti, puluhan ribu bobotoh akan menjadikan stadion GBK lautan biru. Namun sayang, kedatangan para bobotoh ke Jakarta pasti tidak akan disambut dengan baik oleh pendukun Persija Jakarta, The Jak Mania.

Baru-baru ini beredar berita beberapa simpatisan The Jak menghadang dan bahkan melempari bus yang dipakai bobotoh. Seperti yang sudah kita tahu, Viking dan The Jak bagaikan air dan minyak yang tidak bisa akrab, sehingga mereka selalu saling mengejek, menghina, dan bahkan saling serang.

Mungkin banyak dari kalian yang bertanya-tanya tentang sejarah permusuhan antara kedua kubu itu yang masih saja berlangsung sampai sekarang. Dikutip Wow Menariknya dari berbagai sumber, rupanya permusuhan Viking dan The Jak memiliki cerita yang panjang.

(foto: mediasepakbola.co)


Menurut beberapa pengguna forum dna halaman Facebook, permusuhan antara Viking dan The Jak disebabkan karena keirian.

Rentang waktu antara tahun 1985 sampai 1995 adalah masa keemasan Persib. Sementara Viking yang mulai berdiri pada tahun 1993 begitu setia mendukung Persib.

Dikatakan, kesetiaan Viking pada Persib yang selalu hadir di mana pun timnya bertanding, dan juga ditambah masa jaya Persib, membuat anak muda ibukota jadi iri. Mereka kemudian membentuk tim suporter pendukung Persija, yang waktu itu masih bernama Persija Fans Club.

Meskipun sudah membentuk sebuah nama grup, jumlah pendukung Persija masih kalah besar dengan Persib, di mana sekitar 9.000 Viking memenuhi ibukota pada laga Persib vs Persija di Menteng, sementara The Jak hanya berjumlah 1.000 orang.

Hingga pada tahun 1997, muda-muda ibukota ikut-ikutan membentuk perkumpulan suporter yang dinamakan The Jakmania. Kemudian, The Jak disebutkan tak berdaya ketika menghadapi Viking dalam acara kuis "Siapa Berani".

Kuis itu juga dihadiri Pasoepati (Solo), Aremania, dan ASI (Asosiasi Suporter Indonesia). Kemudian, kuis itu dimenangkan Viking ketika berhasil melewati babak bonus dan berhak mendapatkan uang tunai sebesar Rp 10 juta.

Rasa iri muncul dari The Jak, ketika ketua mereka, Ferry Indra Syarif memukul Ali, seorang Viker yang memenangkan kuis. Perseteruan ini terjadi di kantin Indosiar, ketika dilangsungkan acara pemberian hadiah.

Meskipun keributan sempat terjadi, beruntung kedua kubu itu masih bisa ditahan. Tetapi The Jak kembali berulah dengan menghadang rombongan Viking dalam perjalanan pulang menuju Bandung, tepatnya di pintu tol Tomang.

Anak-anak Bandung berjumlah 60 orang pulang dengan menggunakan mobil Mitsubishi Colt milik Indosiar dan satu mobil milik Dalmas milik kepolisian. Ketika mobil ini dihadang oleh sebuah mobil milik suporter The Jak.

Beruntung, dua mobil di antaranya lolos, tapi sayang yang satunya lagi terperangkap di tengah gerombolan The Jak. Sontak, mobil yang ditumpangi anak-anak Bandung itu dirusak, para Viking disiksa, dan uang para pendukung Persib dijarah begitu saja.

(foto: trentekno.com)

Tercatat, sembilan anggota Viking mengalami luka-luka. Tiga di antaranya bahkan mengalami luka yang parah.

Dari situlah konon awal mula permusuhan Viking dan The Jak yang masih berlangsung hingga sekarang, Bentrokan antara kedua klub pendukung tim sepak bola itu kerap terjadi di beberapa pertandingan di setiap liga. Tak sedikit korban berjatuhan akibat permusuhan di antara dua kubu itu.

Bagaimana pun sejarah permusuhan mereka, apa pun alasannya mereka bermusuhan, tak peduli siapa yang salah dan benar, yang jelas permusuhan semacam itu hanya memperburuk keadaan.

Bagaimana sepak bola Indonesia bisa maju jika para suporternya saja yang sama-sama berdarah Indonesia saling bermusuhan?

Berikut pemain persib yang di bawa ke palembang

Bola.com, Bandung - Persib Bandung menyiapkan 20 pemain untuk menghadapi Sriwijaya FC pada pekan ke-23 Liga 1 2017 yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (4/9/2017).
Namun, hanya 19 pemain yang berangkat bersama dari Bandung karena satu pemain, yakni Achmad Jufriyanto, akan berangkat menyusul. Di saat rekan satu tim di Persib bertolak ke Palembang, bek yang biasa disapa Jupe itu memperkuat Timnas Indonesia pada laga uji coba kontra Timnas Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9/2017).
Dari 19 pemain yang berangkat bersama, sudah terlihat Febri Hariyadi yang selama beberapa pekan terakhir gabung dengan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017. Lalu ada juga I Made Wirawan yang beberapa waktu terakhir mengalami cedera.
Asisten pelatih Persib, Herrie Setiawan, menjelasan pemilihan ke-20 pemain yang dibawa ke Palembang berdasarkan kesiapan. Dari mulai kebugaran hingga penyesuaian taktik dan strategi.
"Kami membawa pemain yang siap. 20 pemain kami siapkan, Jupe menyusul. Jadi yang ditinggal enam orang. Imam (Arief Fadilah), Puja (Abdillah), Agung (Mulyadi), Basith, Angga (Febryanto), dan Tantan," ujar Herrie di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Sabtu (2/9/2017).
Meski ditinggal, Herrie mengatakan para pemain itu tetap diharuskan menjalani latihan yang sudah diberikan agar performa mereka tidak mengalami penurunan.
1.I Made Wirawan (Kiper)
2. M Natshir Fadhil Mahbuby (kiper)
3. Vladimir Vujovic 
4. Achmad Jufriyanto 
5. Tony Sucipto
6. Purwaka Yudi
7. Wildansyah
8. Henhen Herdiana
9. Jajang Sukmara
10. Dedi Kusnandar
11. Kim Jeffrey Kurniawan
12. Hariono
13. Michael Essien
14. Atep
15. Billy Paji Keraf
16. Shohei Matsunaga
17. Gian Zola Nasrulloh
18. Febri Hariyadi
19. Raphael Maitimo
20. Ezechiel Aliadjim N'Douassel

Sumber(Bola.com)

Minggu ke 12

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat Sore, Alhamdulillah tidak terasa ternyata saya sudah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama 3 bulan...